Kamis, 18 Oktober 2012

Tugas 2


Nama               : Nur Rahmat
Kelas               : 2 KA 43
NPM               : 15111321
Mata Kuliah    : Teori Organisasi Umum 1

Tugas 2

Sebutkan dan jelaskan  teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku, beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang !
Jawab.
Teori-teori organisasi
·         Teori Organisasi Klasik
Ø  Teori organisasi yang berkembang mulai awal abad ke-19
Ø  Dalam teori ini digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas
Ø  Teori organisasi klasik berkembang dalam tiga aliran :
Ø  Birokrasi
Ä  Dikembangkan oleh Max Webber dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
Ø  Administrasi
Ä  Dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika
Ø  Manajemen Ilmiah
Ä  Dikembangkan tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor
Ä  Manajemen ilmiah : penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah organisasi atau seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efisiensi kerja.
·         Teori Neo Klasik
Ø  Muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan merupakan penyempurnaan dari teori klasik
Ø  Teori ini menekankan pada pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan sebagai individu atau kelompok kerja
Ø  Salah satu tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri” ialah Hugo Munsterberg yang menulis buku “Phsycology and Industrial Efficiency” tahun 1913
Ø  Dalam pembagian kerja neoklasik mementingkan perlunya :
©  Partisipasi
©  Perluasan Kerja
©  Manajemen Buttom-Up
·         Teori Organisasi Modern
Ø  Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dari teori sebelumnya
Ø  Teori Modern sering disebut juga “Teori Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan Teori Klasik dengan Teori Neo Klasik
Ø  Teori organisasi modern melihat bahwa semua unsur organisasi merupakan satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan 

COBOL (aturan penulisan)


COBOL
(Aturan Penulisan)

Dalam setiap bahasa pemrogaman pasti mempunyai aturan penulisan. Maka dalam pembahasan kali ini saya sebagai penulis akan memberikan aturan penulisan pada bahasa pemrogaman COBOL. Kolom yang tersedia untuk menulis program COBOL ada kolom 1-80 kolom, dengan ketentuan :
·         Kolom 1-6
Ä  digunakan untuk nomor urut bilamana diperlukan, sifatnya opsional dan nomor yang diberikan harus dari yang terkecil hingga yang terbesar
·         Kolom 7
Ä  Tanda baris sambung dari baris sebelumnya dengan memberikan tanda hypen (-)
Ä  Bila ditulis dengan karakter “’”, maka apa yang ditulis pada kolom ini akan dianggap komentar
Ä  Bila kolom ini diisi dengan slash (/), maka baris yang ada tanda ini dianggap sebagai komentar dan akan dicetak mulai halaman baru teratas
Ä  Bila kolom ini diisi dengan karakter “D”, baris ini juga dianggap sebagai komentar, tetapi bila pada ENVIRONMENT DIVISION dalam paragraph SOURCE-COMPUTER disebutkan WITH DEBUGGING MODE, maka akan berguna untuk tujuan debugging.
·         Kolom 8-11
Ä  Disebut dengan area A, semua judul divisi, judul seksi, nama paragraph, judul file deskripsi (FD), level number 01 sampai 77 ditulis mulai kolom ke-8
·         Kolom 12-72
Ä  Disebut dengan area B, semua elemen program selain yang ditulis di area A ditulis pada area B
·         Kolom 73-80
Ä  Merupakan kolom yang tidak diproses oleh komputer, jadi jika diisi hanya akan menjadi dokumentasi program
Selain itu dalam COBOL juga ada level number. Level number atau nomor jenjang adalah suatu nomor yang menunjukkan jenjang dari data item dalam suatu record. Berikut level number yang digunakan pada COBOL :
·         01 à digunakan untuk mengawali keterangan dari record (record description).
·         02 – 49 à digunakan untuk mengawali keterangan dari data item.
·         66 à digunakan untuk RENAMES
·  77 à digunakan untuk mengawali data item yang berdiri sendiri. Hanya boleh terdapat pada WORKING-STORAGE SECTION.
·         88 à digunakan untuk mengawali suatu nama kondisi